Minggu, 08 April 2012

BAB III
KESADARAN BERBAHASA
Bahasa muncul dari ujaran orang seorang. Bahasa merupakan hasil aktivitas manusia. Maju mundurnya suatu bahasa bergantung pada tiap pemakai bahasa. Oleh karena itu, kita wajib meneropong kesadaran manusia agar media komunikasi itu terarah dan terbina meskipun kepunahan suatu bahasa boleh saja bisa terjadi (ingat bahasa Sansakerta, Latin).
Kesadaran berbahasa itu tercermin pada tanggung jawab, sikap, perasaan memiliki bahasa yang pada gilirannya menimbulkan kemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa.
1.Pengertian
Tiap orang mempunyai pandangan tentang bahasanya sendiri. Dia menyadari bahwa bahasa merupakan suatu kebutuhan untuknya. Kesadaran ini menimbulkan sikap bagaimana dia bertingkah laku dalam menggunakan bahasanya.Sikap itu diwarnai pula oleh sikap menghormati, bertanggung jawab, dan ikut memiliki bahasa itu. Dia merasa bahwa tanggung jawab itu tidak saja terletak pada penguasa atau badan yang diserahi tugas itu, tetapi orang yang berkesadaran bahasa merasa bahwa ia pun bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan bahasanya apalagi bahasa nasionalnya.
Menurut hemat penulis, yang dimaksud dengan kesadaran berbahasa ialah sikap seseorang baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama bertanggung jawab sehingga menimbulkan rasa memiliki suatu bahasa dan dengan demikian ia berkemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa itu, jadi dengan definisi ini terdapat ciri-ciri :
a.       Sikap terhadap bahasa dan berbahasa
b.      Tanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa
c.       Rasa ikut memiliki bahasa
d.      Berkemauan membina dan mengembangkan bahasa
2.tanggung Jawab terhadap Bahasa dan Berbahasa
Orang yang hanya menguasai satu bahasa disebut monolingual. Orang yang menguasai dua bahasa disebut bilingual atau dwibahasawan, sedangkan orang yang meguasai lebih dari dua bahasa disebut multingual. Ciri orang yang bertanggung jawab terhadap suatu bahasa dan pemakaian bahasa adalah
a.       Selalu hati-hati menggunakan bahasa
b.      Tidak merasa senag melihat orang yang mempergunakan bahasa secara serampangan
c.       Memperingatkan pemakai bahasa kalau ternyata ia membuat kekeliruan
d.      Tertarik perhatianya kalau orang menjelaskan hal yang berhubungan dengan bahasa
e.       Dapat mengoreksi pemakaian bahasa orang lain
f.       Berusaha menambah pengetahuan tentang bahasa tersebut.
g.      Bertanya kepada ajlinya kalau menghadapi persoalan bahasa.
Tanggung jawab bahasa sangat diperlukan untuk menghindari salah pengertian. Bahkan sering bahasa seseorang dihubungkan dengan jiwanya, tingkah lakunya.Tanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa mempunyai akibat  yang mempunyai jangkauan luas.Jangkauan untuk manusia yang akan datang dan manusia sekitar pemakai bahasa. Akibat sosial masa datang karena bahasa akan diwariskan kepada generasi setelah pemakai bahasa dan akibat sosial sekitar karena bahasa bergejala antar seorang dan orang lain.
3. Sikap terhadap Bahasa dan Berbahasa
Tiap bahasa adalah penjelmaan yang unik dari suatu kebudayaan yang unik (St. Takdir Alisyahbana dalam Amran Halim I. Ed, 1976: 40). Karena bahasa adalah penjelemaan yang unik dari suatu kebudayaa, maka bahasa dipengaruhi oleh pemakai bahasa yang pada dasarnya unik pula. Harimukti Kridalaksana (1978:98) bahwa BI dipergunakan untuk keperluan-keperluan resmi, yaitu dalam :
a.       Komunikasi resmi
b.      Wacana ilmiah
c.       Khotbah, ceramah,dan kuliah
d.      Bercakap-cakap dngan orang yang dihormati.
BI dikatakan sebagai lambang kebanggaan dan identitas nasional, sedangkan BD dikatakan sebagai lambang kebanggaaan dan identitas daerah (lihat Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional, Pusat Bahasa:1976). Sikap bahasa ditekankan pada segi tanggung jawab dan penghargaaan terhadap bahasa. Sedangkan sikap berbahasa ditekankan pada kesadaran diri sendiri dalam menggunakan bahasa secara tertib.
4.Rasa Memiliki Bahasa
        Sikap positif terhadap bahasa dan berbahasa menghasilkan perasaan memiliki bahasa. Maksudnya bahasa sudah dianggap kebutuhan pribadi esensial, milik pribadi, dijaga dan dipelihara.
        Bahasa adalah sesuatu yang kita dapat dengan proses belajar yang kemudian harus kita sadari bahwa bahasa itu adalah milik kita.Baik BD, BI, BA kita anggap milik kita pribadi. Dengan kesadaran bahasa diharapkan timbul rasa memiliki bahasa, orang harus bertitik tolak dari anggapan bahwa bahasa adalah miliknya pribadi. Dan memang demikian keadaannya. Sebab, setiap saat kita gunakan tanpa bertanya kepada pemiliknya. Kalau bahasa dianggap sebagai milik pribadi, konsekuensinya kita wajib memeliharanya.
5.Partisipasi dalam pembinaan bahasa
       Berbahasa yang baik sesuai kaidah yang telah dianjurkan dan disertai dengan tanggung jawab, sikap dan rasa memiliki terhadap bahasa adalah sebagai bentuk  dari partisipasi dalam pembinaan bahasa.  Bukti keikutsertaan kita dalam pembinaan bahasa adalah sikap yang kita lakukan dalam mengunakan bahasa. Partisipasi ini penulis menamakan sebagai partisipasi informal. Selain itu ada juga partisipasi yang lain, yang penulis sebut partisipasi formal. Partisipasi formal dapat terlihat dari usaha kita dalam kegiatan pembinaan formal.  Kita bisa ikut dalam sosialisasi, diskusi, seminar, lokakarya, kongres dan lain sebagainya yang membahas tentang kebahasaan, dan kita bisa mempublikasiakan dengan baik dengan cara membuat buku, surat kabar dan lain sebagainya.  tentu tidak semua orang sanggup melaksanakan partisipasi formal tetapi setidaknya partisaipasi informal dengan penuh kesadaran harus diusakan dengan baik menggunakan bahasa secara tertib. Dengan usaha yang maksimal dan menyadari perlunya pertisipasi pembinaan bahasa maka seberat apapun akan berhasil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar