Selasa, 08 Mei 2012


Nama   : Anis Syarifatunnisa Fauziyah
NIM    : 41032151111033
Prodi   : Pendidikan Matematika

SOAL ! 
 1.Identifikasilah  
A. Ciri-ciri guru yang baik :
1.      Selalu punya perhatian kepada siswanya
2.      Punya tujuan jelas untuk Pembelajaran
3.      Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
4.      Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
5.      Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
6.      Punya harapan yang tinggi pada siswanya
7.      Pengetahuan tentang Kurikulum
8.      Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
9.      Selalu memberikan yang terbaik  untuk Anak-anak dan proses pembelajaran
10.  Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa 

B. Ciri-ciri guru yang hebat :
1.      Guru hebat adalah guru yang mampu membenamkan konsep keilmuan di memori siswa secara mendalam, membekas, dan dibawa siswa sampai kapan pun. Inspirasi siswa berkembang dengan kreatif dan inovatif karena didasari oleh konsep yang diterima dari guru.
2.      Ucapan dan intonasinya jelas dan mudah dipahami. Siswa langsung menyerap makna dari ucapan guru tanpa harus berpikir lama dan berputar-putar. Ucapan guru tersistem, mantap, dan berterima dengan kejiwaan siswa.
3.      Bobot keilmuannya sangat dalam dan luas. Sehari-hari, guru hebat mengikuti perkembangan zaman untuk memupuk keluasan keilmuannya. Tren zaman dapat cepat dimaknai oleh guru lalu diolah dengan bahasa guru untuk disajikan ke siswanya.
4.      Bersahabat dan peduli. Guru biasa selalu mengambil jarak dengan siswa karena menurutnya wibawa guru akan terbangun. Namun, tidak untuk guru hebat. Guru hebat bersahabat dengan siswanya sehingga terbangun kedekatan yang akan mempermudah berkomunikasi. Wibawa justru dibangun dari persahabatan antara siswa dengan guru.
5.      Kaya metode dan media. Guru hebat teramat paham kalau siswa itu mudah jenuh, dinamis, dan kreatif. Menurutnya, mengajar harus menyenangkan, dinamis, dan kreatif. Jalan yang harus ditempuh adalah menerapkan pembelajaran dengan multimetode dan multimedia yang sesuai dengan keinginan siswa.

2. Jika diwajibkan memilih, apakah Anda akan berupaya untuk menjadi "guru yang baik" ataukah ingin menjadi "guru yang hebat"? Mengapa demikian? Tulislah minimal tiga alasan yang mendasari pilihan Anda itu.
Jawab :
Saya akan memilih menjadi guru yanghebat karena:
a)  Guru yang hebat akan memberikan ilmu secara mendalam dan memberikan pembelajaran sesuai dengan keinginan anak juga sesuai dengan tuntutan jaman sehingga anak bisa menghadapi dunianya dengan siap.
b)      Guru akan lebih dekat dengan anak sehingga terjadi persahabatan antar guru dan siswa dan dapat mempermudah penyampaian pembelajaran karena siswa tidak tegang karena siswa akan merasa nyaman dengan kedekatan guru.
c)      Guru akan menyenangkan, membuat siswa tidak jenuh dengan pembelajaran di kelas.

3. Bagaimanakah profil ideal guru Bahasa Indonesia di era globalisasi ini?
    Jelaskanlah menurut sudut pandang Anda masing-masing.
Di era globalisasi sekarang ini guru bahasa Indonesia cenderung melakukan pembelajaran dengan jenuh. Karena sangat serius dalam pembelajaran, sehingga siswa merasa ngantuk. Sebaiknya guru bahasa Indonesia harus berfikir kreatif dalam melakukan pembelajaran terhadap siswa agar dapat belajar dengan menyenangkan. Siswa dapat menyukai pelajaran bahasa Indonesia jika guru dapat memberikan pembelajaran dengan menarik dan senang.

4. Adakah manfaat yang Anda peroleh setelah membaca wacana itu?
    Jika ada, tulislah semua manfaat yang dapat Anda petik darinya. 
Banyak manfaat yang dapat saya ambil diantaranya : 
  •  Sekarang saya mengetahui ciri guru yang baik dan hebat. 
  • Saya dapat menentukan apakah saya akan menjadi guru yang baik atau hebat setelah baca wacana ini. 
  • Saya mendapat tambahan pengetahuan tentang profesi keguruan dan mengetahui UU tentang keguruan. 
  • Sekarang saya dapat mengetahui bahwa tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Rabu, 11 April 2012

LATIHAN 1


BAHASA INDONESIA: Latihan 1
Mata Kuliah            : Bahasa Indonesia                               
Dosen                     : Hj. Isna Sulastri, Dra. M. Pd.
Nama                      : ANIS SYARIFATUNNISA FAUZIYAH
NIM                        : 41032151111033
Tanggal                   : 11 April 2012

BAGIAN A
Petunjuk
1. Kerjakanlah soal di bawah ini dengan cara menghitamkan huruf B jika pernyataan yang terdapat dalam soal, Anda anggap benar dan hitamkan S jika salah. Contoh jika jawaban betul: ( B-S ).
 2. Jawaban ditulis langsung pada lembar soal ini. Untuk ini silakan dikopi paste terlebih dahulu.
 3. Pengetikan soal ini belum tertata rapi maka rapikanlah dalam blog Anda.

SOAL
1. Tujuan utama perkuliahan Bahasa Indonesia adalah untuk menumbuhkembangkan
keterampilan berbahasa mahasiswa, baik lisan atau pun tulisan ( B-S ).
2.  Salah satu upaya menumbuhkembangkan keterampilan berbahasa mahasiswa adalah
dengan menumbuhkan kesadaran berbahasa Indonesianya terlebih dahulu ( B-S ).
3. Kesadaran berbahasa seseorang tidak dapat dilihat  dari tanggung jawab dan sikapnya               terhadap bahasa Indonesia ( B-S ).
4. Mahasiswa Program Studi Matematika tidak perlu memiliki kesadaran berbahasa Indonesia sebab mereka tidak akan menjadi guru bahasa Indonesia (B-S).
5. Membiasakan diri berbahasa sesuai kaidah bahasa Indonesia terutama di dalam forum-forum resmi, merupakan wujud tanggung jawab seseorang terhadap bahasanya ( B – S  ).
6. Menurut Mansoer Pateda, tanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa dapat diwujudkan hanya dalam bentuk partisipasi formal ( B – S  ).
7. Pengguna bahasa yang berpartisipasi secara formal, biasanya dengan kesadaran sendiri berusaha untuk menjadi peserta aktif dalam setiap kegiatan kebahasaan (B-S).
8. Mahasiswa Program Studi Matematika idealnya berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan bahasa,  minimal dalam bentuk partisipasi formal (B-S).
9. Salah satu contoh partisipasi formal yang dapat dan patut dilakukan mahasiswa  Program Studi Matematika adalah berupaya untuk selalu berhati-hati dalam berbahasa sehingga bahasa yang digunakannya senantiasa tertib dan terpelihara ( B – S ).
10.Mampu menghafal kaidah bahasa Indonesia dengan baik tanpa berlatih mengimplementasikannya belum menjamin seseorang akan menjadi pengguna bahasa yang baik (B-S).
11.Mahasiswa Program Studi Matematika yang sudah berusaha untuk berbahasa sesuai kaidah  bahasa Indonesia dalam forum-forum resmi, merupakan pertanda bahwa dia sudah memiliki kesadaran berbahasa (B-S).
12. Kalimat efektif biasanya tidak komunikatif (B-S).
13. Kalimat yang ambigu termasuk salah satu contoh kalimat efektif ( B-S )
14. Kalimat ambigu adalah kalimat yang tidak memiliki struktur yang lengkap ( B-S ).
15. Penggunaan bahasa Indonesia  yang baik dapat dilihat antara lain dari keefektifan kalimat  serta ketepatan diksi dan ejaannya (B-S).

BAGIAN B
                                  
Petunjuk
Jawablah soal berikut dengan mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan bernalar 
karena bahasa jawaban Anda termasuk bagian yang dinilai.

SOAL
Ada pernyataan yang berbunyi, “Maju mundurnya suatu bahasa sangat ditentukan oleh
kesadaran berbahasa pemakai bahasa itu sendiri”.
1.  Setujukan Anda dengan pandangan tersebut? Apa alasannya?  Tulislah argumentasi Anda terkait ini dalam satu paragraf.
Jawab:
            Setuju, karena kesadaran berbahasa akan menimbulkan kemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa. Dengan demikian, seseorang akan menggunakan bahasa yang baik dengan tujuan mengembangkan bahasanya. Kesadaran berbahasa yang sudah tertanam pada hati seseorang akan memunculkan bahasa yang sesuai dengan aturan berbahasa. Seseorang akan merasa memiliki bahasa jika kesadaran bahasanya sudah muncul.
            2. Tulislah minimal lima ciri orang yang memiliki Kesadaran Berbahasa. Uraikan masing-masingnya dengan singkat.
Jawab:
·         Sikap terhadap bahasa dan berbahasa
·         Tanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa
·         Rasa ikut memiliki bahasa
·         Kemampuan membina dan mengembangkan bahasa.
3. Sudahkah Anda amiliki kelima ciri tersebut? Jelaskanlah dengan argumentasi yang bernalar.
Jawab :
            Belum, karena saya masih belum bisa menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah. Dalam situasi resmi pun saya harus belajar lagi menggunakan bahasa yang baku. Saya lebih sering menggunakan bahasa daerah dibandingkan bahasa indonesia. Tetapi saya menyadari bahwa bahasa indonesia itu penting karena bahasa tersebut merupakan bahasa nasional.

4.  Upaya apakah yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Anda?
 Jawab :

1. Agar terampil dalam berbahasa kita harus membiasakan berbahasa yang baik dan baku, terutama dalam berbicara resmi.
2. Mengikuti seminar-seminar kongres dan acara lainnya yang resmi
3. mencontoh bahasa orang yang  sudah ahli dalam berbahasa 
4. Terus berusaha untuk mengacu kepada kaidah yang baku
5. berlatih mengarang dengan bahasa yang sesuai dengan kaidah yang baku.





Minggu, 08 April 2012

BAB III
KESADARAN BERBAHASA
Bahasa muncul dari ujaran orang seorang. Bahasa merupakan hasil aktivitas manusia. Maju mundurnya suatu bahasa bergantung pada tiap pemakai bahasa. Oleh karena itu, kita wajib meneropong kesadaran manusia agar media komunikasi itu terarah dan terbina meskipun kepunahan suatu bahasa boleh saja bisa terjadi (ingat bahasa Sansakerta, Latin).
Kesadaran berbahasa itu tercermin pada tanggung jawab, sikap, perasaan memiliki bahasa yang pada gilirannya menimbulkan kemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa.
1.Pengertian
Tiap orang mempunyai pandangan tentang bahasanya sendiri. Dia menyadari bahwa bahasa merupakan suatu kebutuhan untuknya. Kesadaran ini menimbulkan sikap bagaimana dia bertingkah laku dalam menggunakan bahasanya.Sikap itu diwarnai pula oleh sikap menghormati, bertanggung jawab, dan ikut memiliki bahasa itu. Dia merasa bahwa tanggung jawab itu tidak saja terletak pada penguasa atau badan yang diserahi tugas itu, tetapi orang yang berkesadaran bahasa merasa bahwa ia pun bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan bahasanya apalagi bahasa nasionalnya.
Menurut hemat penulis, yang dimaksud dengan kesadaran berbahasa ialah sikap seseorang baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama bertanggung jawab sehingga menimbulkan rasa memiliki suatu bahasa dan dengan demikian ia berkemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa itu, jadi dengan definisi ini terdapat ciri-ciri :
a.       Sikap terhadap bahasa dan berbahasa
b.      Tanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa
c.       Rasa ikut memiliki bahasa
d.      Berkemauan membina dan mengembangkan bahasa
2.tanggung Jawab terhadap Bahasa dan Berbahasa
Orang yang hanya menguasai satu bahasa disebut monolingual. Orang yang menguasai dua bahasa disebut bilingual atau dwibahasawan, sedangkan orang yang meguasai lebih dari dua bahasa disebut multingual. Ciri orang yang bertanggung jawab terhadap suatu bahasa dan pemakaian bahasa adalah
a.       Selalu hati-hati menggunakan bahasa
b.      Tidak merasa senag melihat orang yang mempergunakan bahasa secara serampangan
c.       Memperingatkan pemakai bahasa kalau ternyata ia membuat kekeliruan
d.      Tertarik perhatianya kalau orang menjelaskan hal yang berhubungan dengan bahasa
e.       Dapat mengoreksi pemakaian bahasa orang lain
f.       Berusaha menambah pengetahuan tentang bahasa tersebut.
g.      Bertanya kepada ajlinya kalau menghadapi persoalan bahasa.
Tanggung jawab bahasa sangat diperlukan untuk menghindari salah pengertian. Bahkan sering bahasa seseorang dihubungkan dengan jiwanya, tingkah lakunya.Tanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa mempunyai akibat  yang mempunyai jangkauan luas.Jangkauan untuk manusia yang akan datang dan manusia sekitar pemakai bahasa. Akibat sosial masa datang karena bahasa akan diwariskan kepada generasi setelah pemakai bahasa dan akibat sosial sekitar karena bahasa bergejala antar seorang dan orang lain.
3. Sikap terhadap Bahasa dan Berbahasa
Tiap bahasa adalah penjelmaan yang unik dari suatu kebudayaan yang unik (St. Takdir Alisyahbana dalam Amran Halim I. Ed, 1976: 40). Karena bahasa adalah penjelemaan yang unik dari suatu kebudayaa, maka bahasa dipengaruhi oleh pemakai bahasa yang pada dasarnya unik pula. Harimukti Kridalaksana (1978:98) bahwa BI dipergunakan untuk keperluan-keperluan resmi, yaitu dalam :
a.       Komunikasi resmi
b.      Wacana ilmiah
c.       Khotbah, ceramah,dan kuliah
d.      Bercakap-cakap dngan orang yang dihormati.
BI dikatakan sebagai lambang kebanggaan dan identitas nasional, sedangkan BD dikatakan sebagai lambang kebanggaaan dan identitas daerah (lihat Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional, Pusat Bahasa:1976). Sikap bahasa ditekankan pada segi tanggung jawab dan penghargaaan terhadap bahasa. Sedangkan sikap berbahasa ditekankan pada kesadaran diri sendiri dalam menggunakan bahasa secara tertib.
4.Rasa Memiliki Bahasa
        Sikap positif terhadap bahasa dan berbahasa menghasilkan perasaan memiliki bahasa. Maksudnya bahasa sudah dianggap kebutuhan pribadi esensial, milik pribadi, dijaga dan dipelihara.
        Bahasa adalah sesuatu yang kita dapat dengan proses belajar yang kemudian harus kita sadari bahwa bahasa itu adalah milik kita.Baik BD, BI, BA kita anggap milik kita pribadi. Dengan kesadaran bahasa diharapkan timbul rasa memiliki bahasa, orang harus bertitik tolak dari anggapan bahwa bahasa adalah miliknya pribadi. Dan memang demikian keadaannya. Sebab, setiap saat kita gunakan tanpa bertanya kepada pemiliknya. Kalau bahasa dianggap sebagai milik pribadi, konsekuensinya kita wajib memeliharanya.
5.Partisipasi dalam pembinaan bahasa
       Berbahasa yang baik sesuai kaidah yang telah dianjurkan dan disertai dengan tanggung jawab, sikap dan rasa memiliki terhadap bahasa adalah sebagai bentuk  dari partisipasi dalam pembinaan bahasa.  Bukti keikutsertaan kita dalam pembinaan bahasa adalah sikap yang kita lakukan dalam mengunakan bahasa. Partisipasi ini penulis menamakan sebagai partisipasi informal. Selain itu ada juga partisipasi yang lain, yang penulis sebut partisipasi formal. Partisipasi formal dapat terlihat dari usaha kita dalam kegiatan pembinaan formal.  Kita bisa ikut dalam sosialisasi, diskusi, seminar, lokakarya, kongres dan lain sebagainya yang membahas tentang kebahasaan, dan kita bisa mempublikasiakan dengan baik dengan cara membuat buku, surat kabar dan lain sebagainya.  tentu tidak semua orang sanggup melaksanakan partisipasi formal tetapi setidaknya partisaipasi informal dengan penuh kesadaran harus diusakan dengan baik menggunakan bahasa secara tertib. Dengan usaha yang maksimal dan menyadari perlunya pertisipasi pembinaan bahasa maka seberat apapun akan berhasil.


Selasa, 03 April 2012

Manfaat Membaca Dalam Penulisan Karya Ilmiah


PENDAHULUAN

 Karya ilmiah adalah suatu karya tulis yang disusun oleh seseorang  dengan suatu aturan yang telah disepakati  dan karya ilmiah digunakan untuk tujuan tertentu. Dalam perkuliahan mahasiswa dilatih untukmenghasilkan suatu karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, skripsi (tugas akhir).Skripsi merupakan penelitian berskala kecil,tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan  pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan  terhadap karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikun ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Tujuan dari karya ilmiah itu sendiri adalah untuk melatih mengungkapkan pemikiran dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis, dan melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian. Sementara manfaat membuat karya ilmiah adalah melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif, memperluas ilmu pengetahuan dan lain sebagainya.
Begitu penting bagi mahasiswa dalam belajar karya ilmiah karena banyak ilmu bermanfaat yang dapat diperoleh dari penyusunan karya ilmiah tersebut.



MANFAAT MEMBACA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH

Sebelum membahas tentang manfaat membaca kita harus tahu dulu apa yang dimaksud dengan membaca ? Menurut pendapat saya membaca adalah pelafalan dari gabungan hurup menjadi sebuah kata dan kata-kata tersebut membentuk suatu kalimat yang mengandung makna atau sesuatu yang dapat dipahami. Dalam proses transformasi ilmu membaca menjadi modal dasar untuk belajar,menganalisis, mengevaluasi dalam pembelajaran.
Ada beberapa pakar yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian membaca, seperti :
Henry Guntur Tarigan berpendapat bahwa “Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis”.
Tidak jauh beda Soedarso berpendapat bahwa “Membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah, meliputi orang harus menggunakan pengertian dan khayalan,mengamati dan mengingat-ingat.”
Di lihat dari linguistik, “Membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding process), berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding). Sebuah aspek pembacaan sandi (decoding) menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan makna bahasa lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan tulisan / cetakan menjadi bunyi yang bermakna dan membaca merupakan suatu penafsiran atau interpretasi terhadap ujaran yang berada dalam bentuk tulisan adalah suatu proses pembacaan sandi (decoding process).
Begitu banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya dalam hal membaca. Karena membaca merupakan bagian yang tak akan lepas dari kehidupan sehari.hari. Dari mulai anak sekolah Taman Kanak-kanak(TK) yang sedang belajar mengeja bacaan, Sekolah Dasar (SD) yang sudah bisa lancar membacanya, Sekolah Menengah Pertama(SMP) dan Sekolah Menengah Atas(SMA) yang memang sudah harus pasih dalam membaca bukan hanya sekedar lancar tapi harus ada intonasi pada kata-kata tertentu agar memudahkan dalam menyimpulkan isi dari bacaan terrsebut, mahasiswa dan masyarakat luas .
Banyak manfaat dari membaca, seperti yang dikemukakan oleh Dr.Aidh bin Abdullah Al-Qarni dalam bukunya, “La Tahzan” yaitu:
  • Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
  • Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk kedalam kebodohan.
  • Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bias berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
  • Dengan sering membaca, orang bias mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
  • Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
  • Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
  •  Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.
  • Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
  • Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
  • Dengan sering membaca, orang  biasa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).
Sementara pendapat dari Jordan E. Ayan,menurutnya manfaat membaca buku adalah :
  •  Membaca menambah kosa kata dan pengetahuan tentang tata bahasa dan sintaksis.
  • Banyak buku dan artikel yang mengajak kita untuk berintropeksi dan melontarkan pertanayaan serius mengenai nilai, perasaan, dan hubungan kita dengan orang lain.
  •  Membaca memicu imajinasi. Buku yang baik mengajak kita membayangkan dunia beserta isinya, lengkap dengan segala kejadian, lokasi, dan karakternya. 
     Banyak manfaat yang kita dapat dari membaca mudah-mudah kita selalu membaca apa saja yang dapat meberikan ilmu bagi kita. Dengan membaca kita telah mengasah otak kita agar lebih cerdas lagi.